Jaringan Protokol

Protocol
Sebuah aturan yang mendefinisikan beberapa fungsi yang
ada dalam sebuah jaringan komputer, misalnya mengirim pesan, data,
informasi dan fungsi lain yang harus dipenuhi oleh sisi pengirim
(transmitter) dan sisi penerima (receiver) berfungsi untuk memungkinkan dua
atau lebih komputer dapat berkomunikasi dengan bahasa yang sama.
Hal – hal yang harus diperhatikan dalam protokol adalah sebagai
berikut :
a. Syntax
Merupakan format data dan cara pengkodean yang digunakan untuk
mengkodekan sinyal.
b. Semantix
Digunakan untuk mengetahui maksud dari informasi yang dikirim
dan mengoreksi kesalahan yang terjadi dari informasi tadi.
c. Timing
Digunakan untuk mengetahui kecepatan transmisi data.

Fungsi Protokol

a. Fragmentasi dan Reassembly
Fungsi dari fragmentasi dan reassembly adalah membagi informasi
yang dikirim menjadi beberapa paket data pada saat sisi pengirim
mengirimkan informasi tadi dan setelah diterima maka sisi penerima
akan menggabungkan lagi menjadi paket berita yang lengkap.
b. Encaptulation
Fungsi dari encaptulation adalah melengkapi berita yang dikirimkan
dengan address, kode-kode koreksi dan lain-lain.
c. Connection Control
Fungsi dari connection control adalah membangun hubungan
komunikasi dari transmitter dan receiver, dimana dalam
membangun hubungan ini termasuk dalam hal pengiriman data dan
mengakhiri hubungan.
d. Flow Control
Fungsi dari flow control adalah mengatur perjalanan data dari
transmitter ke receiver.
e. Error Control
Dalam pengiriman data tak lepas dari kesalahan, baik itu dalam
proses pengiriman maupun pada waktu data itu diterima. Fungsi dari
error control adalah mengontrol terjadinya kesalahan yang terjadi
pada waktu data dikirimkan.
f. Transmission Service
Fungsi dari transmission service adalah memberi pelayanan
komunikasi data khususnya yang berkaitan dengan prioritas dan
keamanan serta perlindungan data.

Standarisasi Protokol
Beberapa perusahaan yang berperan dalam usaha komunikasi, antara
lain :
a. Electronic Industries Association (EIA)
b. Committee Consultative Internationale de TelegrapqueetTelephonique (CCITT)
c. International Standards Organization (ISO)
d. American National Standard Institute (ANSI)
e. Institute of Electrical and Electronic Engineers (IEEE)
Alasan di perlukan standarisasi dalam komunikasi data pada suatu
jaringan komputer antara lain :
a. Standarisasi memberikan jaminan kepada produsen hardware dan
software bahwa produknya akan banyak digunakan oleh pemakai
dengan kata lain potensi pasar menjadi lebih besar.
b. Standarisasi menjadikan produk dari para produsen komputer dapat
saling berkomunikasi, sehingga pembeli menjadi lebih leluasa dalam
memilih peralatan dan menggunakanya.
c. Dengan standarisasi maka produsen tidak dapat melakukan
monopoli pasar sehingga harga produk menjadi lebih murah karena
terjadi persaingan sehat antar para produsen dalam menjual
produknya.

Jenis – Jenis Protokol

Beberapa jenis protokol yang umumnya digunakan dalam sebuah
jaringan komputer adalah sebagai berikut :

a. NetBEUI Frame Protokol
NetBEUI Frame Protocol (NBF) adalah versi modifiksi dari
NetBEUI. Dikembangkan pada tahun 1985 oleh IBM. Spesifikasi
terbaru dari NBF adalah V.30. salah satu keuntungn utama di dalam
stack NBF adalah batas 254 session di dalam NetBEUI sudah
dihilangkan. Protokol NBF juga menyediakan alokasi memori
otomatis yang sewaktu – waktu dapat digunakan. Proses ini bersifat
dinamis, sehingga tidak diperlukan pra konfigurasi. Alokasi memori
otomatis menurunkan total memori yang dibutuhkan stack protocol.
NetBEUI memiliki header yang sangat kecil. Ada dua kerugian dari
NBF yaitu ketidakmampuan protokol ini di-route-kan yang berarti
secara virtual tidak berguna untuk sebuah WAN.kerugian lainnya
adalah kebergantungan NBF pada pesan broadcast untuk
mengkomunikasikan data di antara banyak komputer dalam jaringan.

b. NetBIOS
NetBIOS adalah suatu antarmuka (interface) dan sebuah protokol
yang dikembangkn oleh IBM. Fungsi protokol ini berkisar di atas
tiga layer paling atas (session,presentation dan application). Dalam
model OSI, NetBIOS memberikan suatu interface standard bagi
layer dibawahnya. NetBIOS juga dapat digunakan sebagai sebuah
API (Application Program Interface) untuk pertukaran data. Ia
memberi akses programmer akses ke berbagai sumber daya untuk
menciptakan hubungan dua komputer atau antara dua aplikasi pada
komputer yang sama.
NetBIOS melayani tiga fungsi jaringan yaitu sebagai berikut :
1) Naming Services

Dipergunakan untuk menyebarkan nama group, user dan
komputer ke jaringan. Ia juga bertugas untuk memastikan
agar tidak terjadi duplikasi nama.
2) DataGram Support
Menyediakan transmisi tanpa koneksi yang tidak menjamin
suksesnya, besarnya tidak lebih besar dari 512 bytes. Metode
datagram ini digunakan oleh naming services.
3) Session Support
Memungkinkan transmisi dimana sebuah virtual circuit
session diadakan sedemikian rupa sehingga pengiriman paket
dapat di pantau dan dikenali.

c. NWLink
Merupakan suatu implementasi 32 bit Microsoft dari protokol stack
yang kompatibel dengan IPX/SPX. Ia dapat digunakan untuk
menciptakan hubungan antara komputer WindowsNT, Komputer
MS DOS, Windows dan WindowsNT lainnya. Koneksi ini dicapai
melalui variasi komunikasi. NWLink sangat cocok diterapkan di
platform intel tetapi tidak cocok diterapkan di platform lain.

d. IPX/SPX
IPX/SPX adalah protokol yang diimplementasikan dalam jaringan
Novell Netware. IPX bertanggung jawab untuk routing dan
pengiriman paket. Sementara SPX menciptakan hubungan dan
menyediakan acknowledgement dari pengiriman paket tersebut.

e. TCP/IP
TCP/IP bukanlah sebuah protokol tunggal tetapi satu kesatuan
protokol dan utility. Setiap protokol dalam kesatuan ini memiliki
aturan yang spesifik. Protokol ini dikembangkan oleh ARPA
(Advanced Research Projects Agency) untuk departemen pertahanan
Amerika Serikat pada tahun 1969.
ARPA mengingikan sebuah protokol yang memiliki karakter
sebagai berikut :
1) Mampu menghubungkan berbagai jenis sistem operasi.
2) Dapat diandalkan dan mampu mendukung komunikasi
kecepatan tinggi.
3) Routable dan scalable untuk memenuhi jaringan yang
kompleks dan luas.
Sebuah alamat TCP/IP adalah nilai biner berukuran 32 bit yang
diberikan kesetiap host dalam sebuah jaringan. Nilai ini digunakan
untuk mengenali jaringan di mana host tersebut dan mengenali
nomor unik host bersangkutan dijaringan tertentu. Setiap host yang
terhubung jadi satu pada sebuah internet work harus memiliki satu
alamat unik TCP/IP.

Setiap alamat terbagi atas dua komponen :

1) Network ID
Ini adalah bagian dari alamat IP yang mewakili jaringan fisik
dari host (nama jalan dari rumah). Setiap komputer dalam segmen jaringan tertentu akan memiliki ID jaringan yang
sama.

2) Node ID
Ini adalah bagian yang mewakili bagian individu dari alamat
(nomor rumah). Bila komputer disegment jaringan memiliki
alamat, maka jaringan tersebut perlu tahu milik siapakah
suatu paket itu.
Seperti yang disebutkan diatas tadi bahwa nilai IP adalah nilai biner
32 bit. Nilai tersebut terbagi menjadi empat bagian nomor 8 bit yang
disebut oktet. Contoh alamat IP :202.149.240.66 dengan
menggunakan contoh diatas, katakanlah administrator mensetup
jaringan dengan semua komputer memiliki bagian nilai yang sama
202.149.240.XXX. kondisi inilah yang disebut network ID. Nomor
pada XXX adalah node ID-nya.
Setiap alamat TCP/IP jatuh pada satu kelas alamat. Kelas mewakili
sebuah grup alamat yang segera dapat dikenali komponen software
sebagai bagian dari sebuah jaringan fisik.
f. ETHERNET
    Ethernet adalah sistem jaringan yang dibuat dan dipatenkan perusahaan Xerox. Ethernet adalah implementasi metoda CSMA/CD (Carrier Sense Multiple Access with Collision Detection) yang dikembangkan tahun 1960 pada proyek wireless ALOHA di Hawaii University diatas kabel coaxial. Standarisasi sistem ethernet dilakukan sejak tahun 1978 oleh IEEE. (lihat Tabel 2.) Kecepatan transmisi data di ethernet sampai saat ini adalah 10 sampai 100 Mbps. Saat in yang umum ada dipasaran adalah ethernet berkecepatan 10 Mbps yang biasa disebut seri 10Base. Ada bermacam-macam jenis 10Base diantaranya adalah: 10Base5, 10Base2, 10BaseT, dan 10BaseF yang akan diterangkan lebih lanjut kemudian.
     Pada metoda CSMA/CD, sebuah host komputer yang akan mengirim data ke jaringan pertama-tama memastikan bahwa jaringan sedang tidak dipakai untuk transfer dari dan oleh host komputer lainnya. Jika pada tahap pengecekan ditemukan transmisi data lain dan terjadi tabrakan (collision), maka host komputer tersebut diharuskan mengulang permohonan (request) pengiriman pada selang waktu berikutnya yang dilakukan secara acak (random). Dengan demikian maka jaringan efektif bisa digunakan secara bergantian.
    Untuk menentukan pada posisi mana sebuah host komputer berada, maka tiap-tiap perangkat ethernet diberikan alamat (address) sepanjang 48 bit yang unik (hanya satu di dunia). Informasi alamat disimpan dalam chip yang biasanya nampak pada saat komputer di start dalam urutan angka berbasis 16

Kekurangan Topologi


Kekurangan
a.  Topologi Bintang
·        Jika node tengah mengalami kerusakan, maka seluruh rangkaian akan berhenti.
·        Boros dalam pemakaian kabel.
·        HUB jadi elemen kritis karena kontrol terpusat
·         perlu penanganan khusus bundel kabel
b.  Topologi Cincin
·        Peka kesalahan, sehingga jika terdapat gangguan di suatu node mengakibatkan terganggunya seluruh jaringan.
·        Pengembangan jaringan lebih kaku
·        komunikasi data dapat terganggu jika satu titik mengalami gangguan. Jaringan FDDI mengantisipasi kelemahan ini dengan mengirim data searah jarum jam dan berlawanan dengan arah jarum jam secara bersamaan.
·         pengembangan jaringan lebih kaku
·        Lambat
·         kerusakan pada media pengirim/ terminal dapat melumpuhkan kerja seluruh jaringan
·        Sulit mendeteksi kerusakan
·        Dapat terjadi collision[dua paket data tercampur]
·        Diperlukan penanganan dan pengelolaan khusus

c.   Topologi Bus
·        sulit untuk mengukur apakah kabel sepaksi yang dipergunakan benar-benar matching atau tidak. Karena kalau tidak sungguh-sungguh diukur secara benar akan merusak NIC (network interface card) yang dipergunakan dan kinerja jaringan menjadi terhambat, tidak mencapai kemampuan maksimalnya
·        deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil
·         kepadatan lalu lintas tinggi
·         keamanan data kurang terjamin
·         kecepatan akan menurun bila jumlah user (pemakai) bertambah
·        diperlukan repeater untuk jarak jauh

d.  Topologi Jala
·        Membutuhkan banyak kabel dan Port I/O.
·        setiap komputer harus terkoneksi secara langsung dengan komputer lainnya maka instalasi dan konfigurasi menjadi lebih sulit.
·        Banyaknya kabel yang digunakan juga mengisyaratkan perlunya space yang memungkinkan di dalam ruangan tempat komputer-komputer tersebut berada.
e.  Topologi Pohon
·        apabila simpul yang lebih tinggi kemudian tidak berfungsi, maka kelompok lainnya yang berada dibawahnya akhirnya juga menjadi tidak efektif. Cara kerja jaringan pohon ini relatif menjadi lambat.
f.   Topologi Line
·        Kecepatan transfer data lambat.
·        Isolasi kesalahan sangat susah dilakukan.
g.  Topologi Extented Star
·        tidak dapat digunakan kabel yang “lower grade” karena hanya menghandel satu traffic node, karena untuk berkomunikasi antara satu node ke node lainnya membutuhkan beberapa kali hops.

Contoh Topologi


Contoh Topologi Jaringan

a.  Topologi Bintang
 
b.  Topologi Cincin
 
c.  Topologi Bus
 d.Topologi Mesh
 
e.  Topologi Pohon
 
f.  Topologi Line
 
g.  Topologi Extented Star

Ciri-Ciri Topologi


Ciri-Ciri Topologi

a.  Topologi Bintang :
·        setiap node berkomunikasi langsung dengan central node, traffic data mengalir dari node ke central node  dan kembali lagi.
·        mudah dikembangkan, karena setiap node hanya memiliki kabel yang langsung terhubung ke central node
·        keunggulan : jika satu kabel node terputus yang lainnya tidak terganggu
·        dapat digunakan kabel yang “lower grade” karena hanya menghandel satu traffic node, biasanya digunakan kabel UTP
b.  Topologi Cincin :
·        lingkaran tertutup yang berisi node-node
·        sederhana dalam layout
·        signal mengalir dalam satu arah, sehingga dapat menghindarkan terjadinya collision (dua paket data bercampur), sehingga memungkinkan pergerakan data yang cepat dan collision detection yang lebih sederhana
·        problem: sama dengan topologi bus
·        biasanya  topologi ring tidak dibuat secara fisik melainkan direalisasikan dengan sebuah consentrator dan kelihatan seperti topologi star
c.   Topologi Bus
·        merupakan satu kabel yang kedua ujung nya ditutup, dimana sepanjang kabel terdapat node-node
·        umum digunakan karena sederhana dalam instalasi
·        signal melewati kabel dalam dua arah dan mungkin terjadi collision
·        problem terbesar pada saat kabel putus. Jika salah satu segmen kabel putus, maka seluruh jaringan akan terhenti.
d.  Topologi Mesh
·        Pada topologi mesh tiap komputer terhubung langsung dengan komputer lain (pear to pear).
·        Setiap komputer mempunyai jalur sendiri-sendiri dengan komputer lain, sehigga tidak akan terjadi collision domain.
·        Kerugian dari penggunaan topologi ini adalah penggunaan ethernet dan kabel yang banyak sehingga dibutuhkan dana yang besar.
·        Keuntungan dari penggunaan topologi ini adalah apabila ada salah satu jalur pada komputer putus, komputer masih dapat berhubungan dengan jalur yang lain.
e.  Topologi Extented Star
 
·        Setiap node berkomunikasi langsung dengan sub node, sedangkan sub node berkomunikasi dengan central node. traffic data mengalir dari node ke sub node lalu diteruskan ke central node dan kembali lagi.
·        Digunakan pada jaringan yang besar dan membutuhkan penghubung yang banyak atau melebihi dari kapasitas maksimal penghubung.
·        Keunggulan : jika satu kabel sub node terputus maka sub node yang lainnya tidak terganggu, tetapi apabila central node terputus maka semua node disetiap sub node akan terputus
·        Tidak dapat digunakan kabel yang “lower grade” karena hanya menghandel satu traffic node, karena untuk berkomunikasi antara satu node ke node lainnya membutuhkan beberapa kali hops.
 

Pengertian Topologi

1.    Pengertia Topologi
Topologi Jaringan  adalah hal yang menjelaskan hubungan geometris antara unsur-unsur dasar penyusun jaringan, yaitu node, link, dan station.
Topologi jaringan dapat dibagi menjadi 5 kategori utama seperti di bawah ini
Topologi bintang adalah bentuk topologi jaringan yang berupa konvergensi dari node tengah ke setiap node atau pengguna.
Topologi cincin adalah topologi jaringan berbentuk rangkaian titik yang masing-masing terhubung ke dua titik lainnya, sedemikian sehingga membentuk jalur melingkar membentuk cincin.
Topologi bus adalah topologi yang banyak dipergunakan pada masa penggunaan kabel sepaksi menjamur. Dengan menggunakan T-Connector,maka komputer atau perangkat jaringan lainnya bisa dengan mudah dihubungkan satu sama lain.
Topologi jala atau Topologi mesh adalah suatu bentuk hubungan antar perangkat dimana setiap perangkat terhubung secara langsung ke perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan.
Topologi Pohon adalah kombinasi karakteristik antara topologi bintang dan topologi bus. Topologi ini terdiri atas kumpulan topologi bintang yang dihubungkan dalam satu topologi bus sebagai jalur tulang punggung atau backbone.
Topologi Line adalah konfigurasi berbentuk garis lurus dan cocok digunakan untuk daerah yang tidak terlalu luas.
Topologi Extented Star adalah perkembanagn dari topologi star  yang memiliki beberapa titik yang terhubung ke satu titik utama.

Kelebihan Topologi


Kelebihan
a.      Topologi Bintang :
·        Kerusakan pada satu saluran hanya akan memengaruhi jaringan pada saluran tersebut dan station yang terpaut.
·        Tingkat keamanan termasuk tinggi.
·        Tahan terhadap lalu lintas jaringan yang sibuk.
·        Penambahan dan pengurangan station dapat dilakukan dengan mudah.
·        Kontrol terpusat.
·        Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan pengelolaan jaringan.
·        Paling fleksibel,karena pemasangan kabel mudah.
b.     Topologi Cincin
·        Menghubungkan secara langsung dua perangkat dalam jaringan.
·        Identifikasi kerusakan mudah karena sinyal data selalu bergerak lurus dari perangkat pengirim sampai perangkat tujuan.
·        Dalam proses instalasi dan rekonfigurasi secara fisik maupun ligik mudah karena terhubung satu dan hanya satu dengan oerangkat lainnya.
c.      Topologi Bus
·        hemat kabel
·         mudah dikembangkan
·         tidak membutuhkan kendali pusat
·         layout kabel sederhana
·         penambahan dan pengurangan terminal dapat dilakukan tanpa
·        mengganggu operasi yang berjalan.

d.     Topologi Mesh
·        Hubungan dedicated links menjamin data langsung dikirimkan ke komputer tujuan tanpa harus melalui komputer lainnya sehingga dapat lebih cepat karena satu link digunakan khusus untuk berkomunikasi dengan komputer yang dituju saja (tidak digunakan secara beramai-ramai/sharing).
·        Memiliki sifat Robust, yaitu Apabila terjadi gangguan pada koneksi komputer A dengan komputer B karena rusaknya kabel koneksi (links) antara A dan B, maka gangguan tersebut tidak akan memengaruhi koneksi komputer A dengan komputer lainnya.
·        Privacy dan security pada topologi mesh lebih terjamin, karena komunikasi yang terjadi antara dua komputer tidak akan dapat diakses oleh komputer lainnya.
·        Memudahkan proses identifikasi permasalahan pada saat terjadi kerusakan koneksi antar komputer.
e.     Topologi Pohon
·        dapat terbentuknya suatu kelompok yang dibutuhkan pada setiap saat.
f.       Topologi Line
·        Hemat biaya dalam pemasangan. Karena kabel yang dibutuhkan tidak terlalu banyak.
·        Susunan jaringan yang paling sederhana.
g.     Topologi Extented Star
·        jika satu kabel sub node terputus maka sub node yang lainnya tidak terganggu, tetapi apabila central node terputus maka semua node disetiap sub node akan terputus .

Selasa, 14 Februari 2012

Jaringan Protokol

Diposting oleh Luvchi Mouchu di 19.23 0 komentar
Protocol
Sebuah aturan yang mendefinisikan beberapa fungsi yang
ada dalam sebuah jaringan komputer, misalnya mengirim pesan, data,
informasi dan fungsi lain yang harus dipenuhi oleh sisi pengirim
(transmitter) dan sisi penerima (receiver) berfungsi untuk memungkinkan dua
atau lebih komputer dapat berkomunikasi dengan bahasa yang sama.
Hal – hal yang harus diperhatikan dalam protokol adalah sebagai
berikut :
a. Syntax
Merupakan format data dan cara pengkodean yang digunakan untuk
mengkodekan sinyal.
b. Semantix
Digunakan untuk mengetahui maksud dari informasi yang dikirim
dan mengoreksi kesalahan yang terjadi dari informasi tadi.
c. Timing
Digunakan untuk mengetahui kecepatan transmisi data.

Fungsi Protokol

a. Fragmentasi dan Reassembly
Fungsi dari fragmentasi dan reassembly adalah membagi informasi
yang dikirim menjadi beberapa paket data pada saat sisi pengirim
mengirimkan informasi tadi dan setelah diterima maka sisi penerima
akan menggabungkan lagi menjadi paket berita yang lengkap.
b. Encaptulation
Fungsi dari encaptulation adalah melengkapi berita yang dikirimkan
dengan address, kode-kode koreksi dan lain-lain.
c. Connection Control
Fungsi dari connection control adalah membangun hubungan
komunikasi dari transmitter dan receiver, dimana dalam
membangun hubungan ini termasuk dalam hal pengiriman data dan
mengakhiri hubungan.
d. Flow Control
Fungsi dari flow control adalah mengatur perjalanan data dari
transmitter ke receiver.
e. Error Control
Dalam pengiriman data tak lepas dari kesalahan, baik itu dalam
proses pengiriman maupun pada waktu data itu diterima. Fungsi dari
error control adalah mengontrol terjadinya kesalahan yang terjadi
pada waktu data dikirimkan.
f. Transmission Service
Fungsi dari transmission service adalah memberi pelayanan
komunikasi data khususnya yang berkaitan dengan prioritas dan
keamanan serta perlindungan data.

Standarisasi Protokol
Beberapa perusahaan yang berperan dalam usaha komunikasi, antara
lain :
a. Electronic Industries Association (EIA)
b. Committee Consultative Internationale de TelegrapqueetTelephonique (CCITT)
c. International Standards Organization (ISO)
d. American National Standard Institute (ANSI)
e. Institute of Electrical and Electronic Engineers (IEEE)
Alasan di perlukan standarisasi dalam komunikasi data pada suatu
jaringan komputer antara lain :
a. Standarisasi memberikan jaminan kepada produsen hardware dan
software bahwa produknya akan banyak digunakan oleh pemakai
dengan kata lain potensi pasar menjadi lebih besar.
b. Standarisasi menjadikan produk dari para produsen komputer dapat
saling berkomunikasi, sehingga pembeli menjadi lebih leluasa dalam
memilih peralatan dan menggunakanya.
c. Dengan standarisasi maka produsen tidak dapat melakukan
monopoli pasar sehingga harga produk menjadi lebih murah karena
terjadi persaingan sehat antar para produsen dalam menjual
produknya.

Jenis – Jenis Protokol

Beberapa jenis protokol yang umumnya digunakan dalam sebuah
jaringan komputer adalah sebagai berikut :

a. NetBEUI Frame Protokol
NetBEUI Frame Protocol (NBF) adalah versi modifiksi dari
NetBEUI. Dikembangkan pada tahun 1985 oleh IBM. Spesifikasi
terbaru dari NBF adalah V.30. salah satu keuntungn utama di dalam
stack NBF adalah batas 254 session di dalam NetBEUI sudah
dihilangkan. Protokol NBF juga menyediakan alokasi memori
otomatis yang sewaktu – waktu dapat digunakan. Proses ini bersifat
dinamis, sehingga tidak diperlukan pra konfigurasi. Alokasi memori
otomatis menurunkan total memori yang dibutuhkan stack protocol.
NetBEUI memiliki header yang sangat kecil. Ada dua kerugian dari
NBF yaitu ketidakmampuan protokol ini di-route-kan yang berarti
secara virtual tidak berguna untuk sebuah WAN.kerugian lainnya
adalah kebergantungan NBF pada pesan broadcast untuk
mengkomunikasikan data di antara banyak komputer dalam jaringan.

b. NetBIOS
NetBIOS adalah suatu antarmuka (interface) dan sebuah protokol
yang dikembangkn oleh IBM. Fungsi protokol ini berkisar di atas
tiga layer paling atas (session,presentation dan application). Dalam
model OSI, NetBIOS memberikan suatu interface standard bagi
layer dibawahnya. NetBIOS juga dapat digunakan sebagai sebuah
API (Application Program Interface) untuk pertukaran data. Ia
memberi akses programmer akses ke berbagai sumber daya untuk
menciptakan hubungan dua komputer atau antara dua aplikasi pada
komputer yang sama.
NetBIOS melayani tiga fungsi jaringan yaitu sebagai berikut :
1) Naming Services

Dipergunakan untuk menyebarkan nama group, user dan
komputer ke jaringan. Ia juga bertugas untuk memastikan
agar tidak terjadi duplikasi nama.
2) DataGram Support
Menyediakan transmisi tanpa koneksi yang tidak menjamin
suksesnya, besarnya tidak lebih besar dari 512 bytes. Metode
datagram ini digunakan oleh naming services.
3) Session Support
Memungkinkan transmisi dimana sebuah virtual circuit
session diadakan sedemikian rupa sehingga pengiriman paket
dapat di pantau dan dikenali.

c. NWLink
Merupakan suatu implementasi 32 bit Microsoft dari protokol stack
yang kompatibel dengan IPX/SPX. Ia dapat digunakan untuk
menciptakan hubungan antara komputer WindowsNT, Komputer
MS DOS, Windows dan WindowsNT lainnya. Koneksi ini dicapai
melalui variasi komunikasi. NWLink sangat cocok diterapkan di
platform intel tetapi tidak cocok diterapkan di platform lain.

d. IPX/SPX
IPX/SPX adalah protokol yang diimplementasikan dalam jaringan
Novell Netware. IPX bertanggung jawab untuk routing dan
pengiriman paket. Sementara SPX menciptakan hubungan dan
menyediakan acknowledgement dari pengiriman paket tersebut.

e. TCP/IP
TCP/IP bukanlah sebuah protokol tunggal tetapi satu kesatuan
protokol dan utility. Setiap protokol dalam kesatuan ini memiliki
aturan yang spesifik. Protokol ini dikembangkan oleh ARPA
(Advanced Research Projects Agency) untuk departemen pertahanan
Amerika Serikat pada tahun 1969.
ARPA mengingikan sebuah protokol yang memiliki karakter
sebagai berikut :
1) Mampu menghubungkan berbagai jenis sistem operasi.
2) Dapat diandalkan dan mampu mendukung komunikasi
kecepatan tinggi.
3) Routable dan scalable untuk memenuhi jaringan yang
kompleks dan luas.
Sebuah alamat TCP/IP adalah nilai biner berukuran 32 bit yang
diberikan kesetiap host dalam sebuah jaringan. Nilai ini digunakan
untuk mengenali jaringan di mana host tersebut dan mengenali
nomor unik host bersangkutan dijaringan tertentu. Setiap host yang
terhubung jadi satu pada sebuah internet work harus memiliki satu
alamat unik TCP/IP.

Setiap alamat terbagi atas dua komponen :

1) Network ID
Ini adalah bagian dari alamat IP yang mewakili jaringan fisik
dari host (nama jalan dari rumah). Setiap komputer dalam segmen jaringan tertentu akan memiliki ID jaringan yang
sama.

2) Node ID
Ini adalah bagian yang mewakili bagian individu dari alamat
(nomor rumah). Bila komputer disegment jaringan memiliki
alamat, maka jaringan tersebut perlu tahu milik siapakah
suatu paket itu.
Seperti yang disebutkan diatas tadi bahwa nilai IP adalah nilai biner
32 bit. Nilai tersebut terbagi menjadi empat bagian nomor 8 bit yang
disebut oktet. Contoh alamat IP :202.149.240.66 dengan
menggunakan contoh diatas, katakanlah administrator mensetup
jaringan dengan semua komputer memiliki bagian nilai yang sama
202.149.240.XXX. kondisi inilah yang disebut network ID. Nomor
pada XXX adalah node ID-nya.
Setiap alamat TCP/IP jatuh pada satu kelas alamat. Kelas mewakili
sebuah grup alamat yang segera dapat dikenali komponen software
sebagai bagian dari sebuah jaringan fisik.
f. ETHERNET
    Ethernet adalah sistem jaringan yang dibuat dan dipatenkan perusahaan Xerox. Ethernet adalah implementasi metoda CSMA/CD (Carrier Sense Multiple Access with Collision Detection) yang dikembangkan tahun 1960 pada proyek wireless ALOHA di Hawaii University diatas kabel coaxial. Standarisasi sistem ethernet dilakukan sejak tahun 1978 oleh IEEE. (lihat Tabel 2.) Kecepatan transmisi data di ethernet sampai saat ini adalah 10 sampai 100 Mbps. Saat in yang umum ada dipasaran adalah ethernet berkecepatan 10 Mbps yang biasa disebut seri 10Base. Ada bermacam-macam jenis 10Base diantaranya adalah: 10Base5, 10Base2, 10BaseT, dan 10BaseF yang akan diterangkan lebih lanjut kemudian.
     Pada metoda CSMA/CD, sebuah host komputer yang akan mengirim data ke jaringan pertama-tama memastikan bahwa jaringan sedang tidak dipakai untuk transfer dari dan oleh host komputer lainnya. Jika pada tahap pengecekan ditemukan transmisi data lain dan terjadi tabrakan (collision), maka host komputer tersebut diharuskan mengulang permohonan (request) pengiriman pada selang waktu berikutnya yang dilakukan secara acak (random). Dengan demikian maka jaringan efektif bisa digunakan secara bergantian.
    Untuk menentukan pada posisi mana sebuah host komputer berada, maka tiap-tiap perangkat ethernet diberikan alamat (address) sepanjang 48 bit yang unik (hanya satu di dunia). Informasi alamat disimpan dalam chip yang biasanya nampak pada saat komputer di start dalam urutan angka berbasis 16

Selasa, 31 Januari 2012

Kekurangan Topologi

Diposting oleh Luvchi Mouchu di 07.00 0 komentar

Kekurangan
a.  Topologi Bintang
·        Jika node tengah mengalami kerusakan, maka seluruh rangkaian akan berhenti.
·        Boros dalam pemakaian kabel.
·        HUB jadi elemen kritis karena kontrol terpusat
·         perlu penanganan khusus bundel kabel
b.  Topologi Cincin
·        Peka kesalahan, sehingga jika terdapat gangguan di suatu node mengakibatkan terganggunya seluruh jaringan.
·        Pengembangan jaringan lebih kaku
·        komunikasi data dapat terganggu jika satu titik mengalami gangguan. Jaringan FDDI mengantisipasi kelemahan ini dengan mengirim data searah jarum jam dan berlawanan dengan arah jarum jam secara bersamaan.
·         pengembangan jaringan lebih kaku
·        Lambat
·         kerusakan pada media pengirim/ terminal dapat melumpuhkan kerja seluruh jaringan
·        Sulit mendeteksi kerusakan
·        Dapat terjadi collision[dua paket data tercampur]
·        Diperlukan penanganan dan pengelolaan khusus

c.   Topologi Bus
·        sulit untuk mengukur apakah kabel sepaksi yang dipergunakan benar-benar matching atau tidak. Karena kalau tidak sungguh-sungguh diukur secara benar akan merusak NIC (network interface card) yang dipergunakan dan kinerja jaringan menjadi terhambat, tidak mencapai kemampuan maksimalnya
·        deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil
·         kepadatan lalu lintas tinggi
·         keamanan data kurang terjamin
·         kecepatan akan menurun bila jumlah user (pemakai) bertambah
·        diperlukan repeater untuk jarak jauh

d.  Topologi Jala
·        Membutuhkan banyak kabel dan Port I/O.
·        setiap komputer harus terkoneksi secara langsung dengan komputer lainnya maka instalasi dan konfigurasi menjadi lebih sulit.
·        Banyaknya kabel yang digunakan juga mengisyaratkan perlunya space yang memungkinkan di dalam ruangan tempat komputer-komputer tersebut berada.
e.  Topologi Pohon
·        apabila simpul yang lebih tinggi kemudian tidak berfungsi, maka kelompok lainnya yang berada dibawahnya akhirnya juga menjadi tidak efektif. Cara kerja jaringan pohon ini relatif menjadi lambat.
f.   Topologi Line
·        Kecepatan transfer data lambat.
·        Isolasi kesalahan sangat susah dilakukan.
g.  Topologi Extented Star
·        tidak dapat digunakan kabel yang “lower grade” karena hanya menghandel satu traffic node, karena untuk berkomunikasi antara satu node ke node lainnya membutuhkan beberapa kali hops.

Minggu, 29 Januari 2012

Contoh Topologi

Diposting oleh Luvchi Mouchu di 11.00 0 komentar

Contoh Topologi Jaringan

a.  Topologi Bintang
 
b.  Topologi Cincin
 
c.  Topologi Bus
 d.Topologi Mesh
 
e.  Topologi Pohon
 
f.  Topologi Line
 
g.  Topologi Extented Star

Ciri-Ciri Topologi

Diposting oleh Luvchi Mouchu di 10.30 0 komentar

Ciri-Ciri Topologi

a.  Topologi Bintang :
·        setiap node berkomunikasi langsung dengan central node, traffic data mengalir dari node ke central node  dan kembali lagi.
·        mudah dikembangkan, karena setiap node hanya memiliki kabel yang langsung terhubung ke central node
·        keunggulan : jika satu kabel node terputus yang lainnya tidak terganggu
·        dapat digunakan kabel yang “lower grade” karena hanya menghandel satu traffic node, biasanya digunakan kabel UTP
b.  Topologi Cincin :
·        lingkaran tertutup yang berisi node-node
·        sederhana dalam layout
·        signal mengalir dalam satu arah, sehingga dapat menghindarkan terjadinya collision (dua paket data bercampur), sehingga memungkinkan pergerakan data yang cepat dan collision detection yang lebih sederhana
·        problem: sama dengan topologi bus
·        biasanya  topologi ring tidak dibuat secara fisik melainkan direalisasikan dengan sebuah consentrator dan kelihatan seperti topologi star
c.   Topologi Bus
·        merupakan satu kabel yang kedua ujung nya ditutup, dimana sepanjang kabel terdapat node-node
·        umum digunakan karena sederhana dalam instalasi
·        signal melewati kabel dalam dua arah dan mungkin terjadi collision
·        problem terbesar pada saat kabel putus. Jika salah satu segmen kabel putus, maka seluruh jaringan akan terhenti.
d.  Topologi Mesh
·        Pada topologi mesh tiap komputer terhubung langsung dengan komputer lain (pear to pear).
·        Setiap komputer mempunyai jalur sendiri-sendiri dengan komputer lain, sehigga tidak akan terjadi collision domain.
·        Kerugian dari penggunaan topologi ini adalah penggunaan ethernet dan kabel yang banyak sehingga dibutuhkan dana yang besar.
·        Keuntungan dari penggunaan topologi ini adalah apabila ada salah satu jalur pada komputer putus, komputer masih dapat berhubungan dengan jalur yang lain.
e.  Topologi Extented Star
 
·        Setiap node berkomunikasi langsung dengan sub node, sedangkan sub node berkomunikasi dengan central node. traffic data mengalir dari node ke sub node lalu diteruskan ke central node dan kembali lagi.
·        Digunakan pada jaringan yang besar dan membutuhkan penghubung yang banyak atau melebihi dari kapasitas maksimal penghubung.
·        Keunggulan : jika satu kabel sub node terputus maka sub node yang lainnya tidak terganggu, tetapi apabila central node terputus maka semua node disetiap sub node akan terputus
·        Tidak dapat digunakan kabel yang “lower grade” karena hanya menghandel satu traffic node, karena untuk berkomunikasi antara satu node ke node lainnya membutuhkan beberapa kali hops.
 

Pengertian Topologi

Diposting oleh Luvchi Mouchu di 10.30 0 komentar
1.    Pengertia Topologi
Topologi Jaringan  adalah hal yang menjelaskan hubungan geometris antara unsur-unsur dasar penyusun jaringan, yaitu node, link, dan station.
Topologi jaringan dapat dibagi menjadi 5 kategori utama seperti di bawah ini
Topologi bintang adalah bentuk topologi jaringan yang berupa konvergensi dari node tengah ke setiap node atau pengguna.
Topologi cincin adalah topologi jaringan berbentuk rangkaian titik yang masing-masing terhubung ke dua titik lainnya, sedemikian sehingga membentuk jalur melingkar membentuk cincin.
Topologi bus adalah topologi yang banyak dipergunakan pada masa penggunaan kabel sepaksi menjamur. Dengan menggunakan T-Connector,maka komputer atau perangkat jaringan lainnya bisa dengan mudah dihubungkan satu sama lain.
Topologi jala atau Topologi mesh adalah suatu bentuk hubungan antar perangkat dimana setiap perangkat terhubung secara langsung ke perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan.
Topologi Pohon adalah kombinasi karakteristik antara topologi bintang dan topologi bus. Topologi ini terdiri atas kumpulan topologi bintang yang dihubungkan dalam satu topologi bus sebagai jalur tulang punggung atau backbone.
Topologi Line adalah konfigurasi berbentuk garis lurus dan cocok digunakan untuk daerah yang tidak terlalu luas.
Topologi Extented Star adalah perkembanagn dari topologi star  yang memiliki beberapa titik yang terhubung ke satu titik utama.

Sabtu, 28 Januari 2012

Kelebihan Topologi

Diposting oleh Luvchi Mouchu di 20.28 0 komentar

Kelebihan
a.      Topologi Bintang :
·        Kerusakan pada satu saluran hanya akan memengaruhi jaringan pada saluran tersebut dan station yang terpaut.
·        Tingkat keamanan termasuk tinggi.
·        Tahan terhadap lalu lintas jaringan yang sibuk.
·        Penambahan dan pengurangan station dapat dilakukan dengan mudah.
·        Kontrol terpusat.
·        Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan pengelolaan jaringan.
·        Paling fleksibel,karena pemasangan kabel mudah.
b.     Topologi Cincin
·        Menghubungkan secara langsung dua perangkat dalam jaringan.
·        Identifikasi kerusakan mudah karena sinyal data selalu bergerak lurus dari perangkat pengirim sampai perangkat tujuan.
·        Dalam proses instalasi dan rekonfigurasi secara fisik maupun ligik mudah karena terhubung satu dan hanya satu dengan oerangkat lainnya.
c.      Topologi Bus
·        hemat kabel
·         mudah dikembangkan
·         tidak membutuhkan kendali pusat
·         layout kabel sederhana
·         penambahan dan pengurangan terminal dapat dilakukan tanpa
·        mengganggu operasi yang berjalan.

d.     Topologi Mesh
·        Hubungan dedicated links menjamin data langsung dikirimkan ke komputer tujuan tanpa harus melalui komputer lainnya sehingga dapat lebih cepat karena satu link digunakan khusus untuk berkomunikasi dengan komputer yang dituju saja (tidak digunakan secara beramai-ramai/sharing).
·        Memiliki sifat Robust, yaitu Apabila terjadi gangguan pada koneksi komputer A dengan komputer B karena rusaknya kabel koneksi (links) antara A dan B, maka gangguan tersebut tidak akan memengaruhi koneksi komputer A dengan komputer lainnya.
·        Privacy dan security pada topologi mesh lebih terjamin, karena komunikasi yang terjadi antara dua komputer tidak akan dapat diakses oleh komputer lainnya.
·        Memudahkan proses identifikasi permasalahan pada saat terjadi kerusakan koneksi antar komputer.
e.     Topologi Pohon
·        dapat terbentuknya suatu kelompok yang dibutuhkan pada setiap saat.
f.       Topologi Line
·        Hemat biaya dalam pemasangan. Karena kabel yang dibutuhkan tidak terlalu banyak.
·        Susunan jaringan yang paling sederhana.
g.     Topologi Extented Star
·        jika satu kabel sub node terputus maka sub node yang lainnya tidak terganggu, tetapi apabila central node terputus maka semua node disetiap sub node akan terputus .